Friday, September 20, 2013

Mengenang Ummii...


Di hempasan malam yang kian larut..
Terdengar isakan tangisan seorang bayi memecah alam sunyi ini..
Nyaringnya suara seakan merobek jantung pertahanan yang terlelap..
Terpangku mengenang seuntai tangisan yang buat ku tersadar dengan apa yang telah singgah di telingaku..
dengan tenang terdangar suara merdu mendayu bernyanyi untak melerai tangisan sang bayi..
Oh..
Sungguh indah hiasan malam ini kurasakan..
Nyanyian itu..
Ya..
Nyanyian itu adalah kenanganku ketika ku masih kecil..
Ummi..
Alangkah besar perjuanganmu, merawat dan mengasuhku hingga aku besar dan menjadi manusia seutuhnya..
tapi..
aku belum bisa membalas apa yang telah kau beri kepadaku ibu..
Hanya untaian bhasa ini yang bisa kupersilakan kepadaamu dan ungkapan terimakasihku untaikan kepadaamu..
aku memang tak layak untak di besarkan..
tapi..
Inilah aku ummi yang tlah kau jadikan besar dan yang dulu kau rawat sdari kecil..
Ya allah..
Berikanlah yang trbaik buat ummiku tuntunlah ia slalu di jlnmu..
dan berilah ia ketenangan yang pasti..
Ummi..
Inilah aku anakmu yang hanya bisa menangis dan meratap untak ampunan dosa2ku kepadaamu dan dosa2 yang tlah ku lakukan..
Ummi..
Terimakasihku ucapkan..
Krna kau tlah meridhoi setiap langkah terbaikku dan melarang stiap langkah burukku..
I LOVE UMMI


by: Putroe Tsunami

Jejak-Jejak Suci Sang Pangeran Santri

“Tunggu saja, Ustadz. Bila memang masanya telah tiba, aku akan mengajak Ustadzuntuk turut berjuang bersama.”“Apa yang kau maksud adalah melakukan pemberontakan?!”“Iya. Ananda telah mendiskusikan hal ini dengan Kiai Mahmud. Beliau juga bersediamendukung usaha-usaha Ananda nanti. Terlebih beliau juga cukup dekat dengan Ayahandadan keluarga yang masih tinggal di istana.”“Tapi, Anakku. Sebaiknya kau harus berhati-hati. Terlebih dalam mencari bantuanuntuk mendukung misimu. Aku merasa ada gelagat kurang baik dari Kiai Mahmud.”“Sudah, Ustadz. Ananda yakin itu hanya perasaan Ustadz saja. Mohon doanya, agar misi Ananda diberi kemudahan oleh Allah Ta’ala.” Aku meyakinkan ustadzku. Ustadz yangselama ini ku anggap seperti ayahku.‘***Undangan itu baru saja selesai ku baca. Undangan agar aku menghadiri perayaanGrebeg, perayaan Maulid Sang Utusan Illahi, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Jujur,aku tak ingin datang. Jengah aku berada di antara kumpulan orang-orang munafik itu.Mengaku beriman, tapi dengan murahnya mereka menjual kesetiaan hanya demi harta danistana. Tapi, entah, ada aturan dari mana, hingga menyebabkan aku dan keluarga istanaharus menghadirinya.Ibu yang sedari tadi duduk di dekatku, bertanya padaku. “Bagaimana, Anakku? Nantikau akan datang ke upacara dan menemani ibu, kan?’“Iya, Ibu. Insya Allah Ananda akan menemani Ibunda ke keraton.” Jawabku pasti.Tapi, tunggu! Kenapa mendadak hatiku tak enak?! Allahu Rabbi , gerangan apa yang terjadinanti. Ku pasrahkan segalanya padaMu.***Para prajurit itu berbaris rapi di halaman istana. Gunungan makanan yang terdiri atasbuah-buahan, jajanan pasar, dan berbagai makanan itu telah ditata rapi oleh abdi dalem .Berjalan beriringan menuju Masjid Besar, tempat prosesi selanjutnya, dengan disaksikanrakyat yang berdiri di pinggir jalan.Aku menyaksikan acara itu dengan kesedihan. Betapa tidak?! Mereka nantinya akanberebutan mengambil makanan dari gunungan dan menganggapnya berkah dari TuhanSeluruh Alam. Ahh, betapa rapuhnya iman mereka. Lalu, ku putuskan untuk berada di dalam istana. Tapi, ada pemandangan aneh yangku lihat di sana! Ayahanda mengundang penjajah Eropa, mengundang penjajah dalamperayaan kelahiran utusanNya!Mengetahui kedatanganku, seorang pimpinan penjajah itu menghampiriku. “Goedemorgen! 3 Apa kabar Anda, Pangeran?” Tanyanya basa-basi. Berkulit putihkemerahan, seragam biru penuh simbol. Yang ku tahu, dia adalah Jenderal De Koch. Sangpimpinan tertinggi Belanda.“ Alhamdulillah , cukup baik.” Jawabku singkat.“Saya dengar Tuan sangat rajin dalam beribadah dan tekun dalam mempelajari illmuagama.”“Iya. Karena saya ingin membersihkan tanah Yogyakarta dari noda-noda kedzalimanbangsa Eropa dan meluruskan kembali orang-orang agar setia pada agamanya.”“Apa maksudmu, Anakku?! Ayah tak pernah mengajarkanmu untuk bersikap sepertiitu!”“Maafkan Ananda, Ayahanda. Meski Ayah tak suka dan tak mengizinkan, tapiAnanda akan tetap memerangi orang-orang biadab ini agar pergi dari tanah Jawa!”“Tak disangka! Ternyata Anda berani sekali, Tuan. Kalo begitu, Anda tak akan bisakembali lagi ke kediaman Tuan!”“Apa maksudmu?!”“Ini salah Anda, Tuan! Karena Anda tak mau bekerja sama dan berbaik hati padakami.” Jelas Irlander padaku.“Juga karena Anda terlalu mudah percaya dengan orang lain!” Aku tertegun. Kata-kata itu keluar dari sosok yang sangat ku kenal perawakannya. Kiai Mahmud!“Aku takkan pernah sudi berbaik hati dengan pengecut sepertimu! Dengan caraserendah ini kau menangkap musuhmu?! Aku tak akan pernah takut denganmu, Ya Kuffar !Kau dan bangsamu telah mendatangkan kesengsaraan pada negeriku! Kau telahmencampakkan noda-noda pada agama! Namaningsun Kanjeng Sultan Ngabdulkamid. 3 Selamat pagi!(Belanda) Wong Islam kang padha mukir arsa ingsun tata, Jumeneng ingsung Ratu Islam TanahJawi 4 ! ”“ Zuur !! 5 Tangkap cecunguk itu!!!!”Spontan, aku mengambil kuda-kuda. Berusaha melakukan pertahanan danperlawanan yang aku bisa. Telah ku halau segala serangan. Dan saat ku balikkan badan,aku mendengar letusan.DOORRR!!!Darah mengucur deras dari dadaku. Sebutir peluru panas telah singgah di dalamtubuhku. Sesaat, aku melihat pemilik tangan yang telah tega menarik pelatuk pistol yangdiarahkan padaku. Ia menembakku dengan keadaan belati yang telah ditempelkan penjajahdi lehernya.Ibunda? Kaukah itu?

Tuesday, August 20, 2013

RISALAH MUHASABAH


KALAULAH MEREKA TAU…
  • Anda hanya makan tidur saja di dayah
  • Anda habiskan uang kiriman mereka dengan kegiatan yang tidak bermanfaat
  • Anda sepanjang tahun hanya beberapa kali hadir dalam …
  • Anda lebih sering SMS /memberi kabar kepada kekasih anda dari pada orang tua
  • Subuh anda di atas kasur, bersembunyi dari kejaran asatidz
  • Anda disini lebih minat bermain dari pada belajar
  • Anda lebih suka ngeluyur sampe lewat tengah malam dari pada menghadiri kelas dan pengajian-pengajian tambahan
  • Anda lebih suka ngedobos sampai larut malam dari pada membincangkan perkara yang lebih bermanfaat

BAYANGKAN ….. ANDA PULANG KAMPUNG…..
·         Anda diajukan dengan berbagai permasalahan agama yang sebenarnya mudah tetapi anda tidak mampu menyelesaikannya
·         Anda disuruh menjadi khatib jum'at/hari raya, tapi penyampaian anda lebih buruk dari orang kampung
·         Anda diminta untuk memimpin bacaan yasin, tahlil dan do'a, tetapi tajwid anda masih belepotan, dan anda tidak mampu membaca tahlil dan do'a  dengan baik
·         Anda disuruh memberikan ceramah agama tapi anda tidak mampu menguasai ayat-ayat qur'an dan matan hadits dengan baik
·         Anda disuruh mengajar di masjid atau sekolah tetapi anda selalu gagal memberikan pemahaman yang baik kepada murid/jamaah anda.
·         Anda disuruh mengumandangkan takbir tapi bacaaan anda tersangkut-sangkut dan sering kali salah
·         Anda diminta mengurus jenazah, malangnya anda sendiri tidak tahu cara-cara mengurusnya malah tampak ganjil dan aneh
·         Anda diminta menjadi panitia penyembelihan hewan qurban, tetapi anda sendiri tidak tahu kalimat atau adab yang sepatutnya
·         Anda dipersilahkan menjadi imam sholat, tetapi anda tidak tahu wirid setelah shalat.

TERFIKIRKAH ANDA…..
v  Masyarakat akan bertanya kepada anda berbagai permasalahan agama sekalipun permasalahan tersebut bukan bidang atau jurusan anda
v  Masyarakat memandang anda sempurna segala-galanya, walaupun ilmu anda tidak seberapa
v  Masyarakat memandang anda disini sebagai seorang yang Kutu Buku, walaupun anda sebenarnya hanya membaca buku waktu imtihan.
v  Masyarakat mengimpikan anda sebagai pemimpin mereka di suatu harti nanti tetapi anda sendiri tidak mampu memimpin diri anda sendiri.

KILAS  BALIK

Suatu hari datang kabar bahwa anda telah diterima untuk masuk melanjutkan studi di universitas Al-Azhar, sebuah universitas tertua yang telah melahirkan tokoh-tokoh ilmuwan islam yang banyak berjasa pada perkembangan islam seluruh dunia. Anda bersyukur dan gembira…Orang tua dan keluarga anda juga gembira…Tapi sadarkah anda bahwa orang tua dan keluarga anda sebenarnya bersusah payah untuk menyediakan keperluan anda sebelum berangkat ke mesir. Di kamar tidur mereka, mereka termenung, bagaimana hendak mencari sumber keuangan untuk memenuhi sarana hidup anda setiap bulan. Mereka tentu tidak sanggup melihat anda, anak kesayangan mereka kesusahan disana nanti…dengan sedikit uang, pinjam uang sana-sini, mengorek simpanan hari tua mereka, mereka dapat membelikan anda tas baru, urusan paspor dan lain-lain…
Tibalah masanya, lapangan terbang dipenuhi keluarga, sanak saudara, kawan-kawan dan handai tolan mengiringi kepergian anda ke mesir. Sudah tentu berbagai nasehat, wejangan, dan amanat yang mereka berikan, lebih-lebih dari orang tua anda…tidak cukup dengan itu, kepergian anda dan perpisahan itu diiringi dengan linangan air mata…dan

PASTIKAN AIR MATA MEREKA TIDAK SIA-SIA…..!!!!!
Hadiahkan sebuah kejayaan kepada mereka yang menyayangi anda….

Sunday, August 4, 2013

Siapa Orang Bermotivasi Tinggi?



              Setiap orang pasti ingin punya motivasi tinggi karena dengan motivasipekerjaan yang berat akan terasa mudah dijalani. Motivasi punya peranan penting dalam aktifitas kerja dan keseharian kita. Tanpa motivasi orang bisa saja melakukan sesuatu tapi mungkin dengan keterpaksaan. Hasilnya dijamin tidak akan istimewa, hanya biasa-biasa saja. Bahkan bisa jadi hasilnya tidak sesuai dengan harapan alias gagal karena tidak ada kesungguhan.

Orang yang bermotivasi tinggi punya ciri-ciri tersendiri diantaranya yaitu:

1. Optimis
   Mereka yakin apa yang dilakukan akan berhasil. Rasa optimis ini penting untuk dimiliki karena akan meningkatkan semangat untuk memberikan yang terbaik. Keyakinan ini membuat mereka beraktifitas dengan sepenuh hati.
2. Berani menerima tantangan
   Orang yang termotivasi berani untuk menerima tantangan. Melakukan apa yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Mencoba sesuatu yang baru. Tentu saja tantangan yang diterima ini bersifat positif. Bukan menerima tantangan untuk tawuran atau pesta minuman keras.
3. Mandiri dan bertanggung jawab
   Bisa bekerja sendiri dan bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan adalah ciri lain dari orang yang termotivasi. Mereka bisa bekerja tanpa harus diperintah dan diawasi oleh orang lain. Resiko yang mungkin terjadi dari apa yang dikerjakan sudah siap mereka terima.
4. Punya gairah hidup
   Senyum dan semangat itulah yang mudah terlihat dari orang yang bermotivasi tinggi. Gairah hidupnya menyala-nyala seperti api yang membakar kayu. Perjalanan hidup ini mereka jalani dengan langkah pasti. Semangat terus. Mereka punya seribu alasan untuk mengerjakan sesuatu sementara orang yang tidak punya motivasi akan mencari seribu alasan untuk tidak melakukan sesuatu.
5. Memiliki cita-cita
   Keinginan yang tertanam dalam pikiran dan ingin diwujudkan itulah cita-cita. Mereka selalu punya cita-cita yang dijadikan target dalam melangkah. Setelah satu cita-cita tercapai, cita-cita lain sudah menunggu untuk dikejar. Target mereka jelas sehingga tahu kemana langkah kaki akan menuju.
6. Dikejar waktu
   Mereka seakan-akan selalu sibuk dengan aktifitas. Banyak hal yang harus mereka kerjakan jadi mereka seperti dikejar waktu. Tak ada waktu untuk melakukan aktifitas sia-sia apalagi perbuatan tak berguna.
7. Kreatif
   Jika ada halangan atau hambatan yang menghadang, orang yang punya motivasi tinggi akan mencari alternatif lain untuk dilalui. Mereka tidak berhenti melangkah ketika ada tembok tinggi menjulang yang menghadang. Mereka akan mencari cara untuk bisa melewati tembok tersebut. Kreatifitas akan muncul dan menjadi ciri khas mereka dalam bekerja.
8. Menikmati hidup
   Enjoy aja, mereka menikmati hidup ini dengan cara selalu mensyukuri apa yang diterima. Meskipun itu belum sesuai dengan harapan. Mereka lapang dada menerima kenyataan yang ada. Tidak perlu mengeluh apalagi bersumpah serapah ketika harapan belum jadi kenyataan. Terima saja itu sebagai bagian dari proses perjalanan hidup.
9. Berfikir positif

   Selalu berpandangan positif dalam memandang persoalan. Mereka mengutamakan prasangka baik. Dengan begitu hati mereka tidak terkotori oleh prasangka yang bisa menghambat mencapai cita.
10. Mencari hikmah
   Apapun yang terjadi diambil hikmahnya saja. Kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Mereka belajar untuk memperbaiki diri dari kegagalan yang terjadi. Selalu ada hikmah dibalik semua peristiwa. Ambilah hikmah itu dan jadilah orang yang lebih baik.


Itulah 10 ciri-ciri orang yang bermotivasi tinggi. Semoga saya dan anda sudah punya ciri-ciri itu semua.

Bukan Sembarang Tanda Tangan


                Tanda tangan dapat menjadi tanda kepribadian. Menjelang memasuki pendidikan tinggi ataupun dunia kerja, serti halnya anda dapat mengetahui sifat seseorang dari tanda tangannya kebutuhan akan tanda tangan sebagai bentukperwakilan diri semakin tinggi. Ketika mendaftar sekolah memerlukan tanda tangan. Selain itu, ketika luluspun individu membutuhkan tanda tangan guna mengesahkan ijazah. 
Membuat Tanda Tangan unik karena hal itu, Pakar Graphologi, Achsinfina H Soemantoro menegaskan keinginan membuat tanda tangan muncul pada anak-anak pada usia sekolah. Ia menyebut keinginan itu juga didorong faktor lingkungan.
Membuat Tanda Tangan menarik seperti melihat kedua orang tua atau orang terdekatnya menuangkan coretan berupa tanda tangan sebuah kertas.
“Apabila anak sudah mulai menunjukan keinginan itu, cobalah membantunya dengan cara mengarahkan,”
Membuat Tanda Tangan keren katanya, kepada Republika Online disela Seminar ‘Mengenal Potensi Anak melalui Tulisan Tangan’ yang digagas Republika, di Jakarta, akhir pekan ini. Sinta Sapaan akrabnya, menegaskan tanda tangan merupakan cermin representasi diri. Karena itu, konsistensi bentuk tanda tangan harus dimulai sejak dini.
“Seiring perkembangan usia, ada kalanya seorang individu merasa tanda tangan yang dibuatnya kurang.
Membuat Tanda Tangan spesial berkenan atau sreg. Akibatnya, mereka cenderung mengubah tanda tangan,” tuturnya. Efek dari tanda tangan yang selalu berganti, kata dia, individu tersebut seolah menampilkan suatu citra diri yang diinginkan publik karena merasa citra diri yang tampak keluar kurang maksimal. 




               Membuat Tanda Tangan bagus Karena itu, Sinta menyarankan, sebaiknya orang tua mengarahkan anak membentuk tanda tangan dengan memperhatikan beberapa aspek :
  1. Pertama, tanda tangan yang berbentuk seimbang atau berada pada semua zona (zona atas, tengah dan bawah suatu kertas garis dua). Dengan begitu, kata Sinta, individu mampu membentuk keseimbangan pola pemikiran.
  2. Kedua, tanda tangan sebaliknya dimulai dari kiri ke kanan kemudian kembali lagi dengan mencoret tulisan atau goresan nama atau huruf yang sebelumnya dibuat.
  3. Ketiga, jangan membentuk tanda tangan yang nampak berupa guratan huruf atau nama yang dikelilingi lingkaran sehingga untaian huruf seperti berada di dalam kantung atau lingkaran. “Bentuk tanda tangan seperti ini menandakan individu kurang mampu beradaptasi dengan lingkungan luar dan memiliki pertahanan diri yang tinggi,” paparnya.
  4. Keempat, kata dia, tanda tangan dengan penegasan garis bawah, sebaiknya digoreskan dari kiri ke kanan. Menurutnya, dengan ritme yang menanjak diakhir diharapkan akan memberikan semangat untuk individu tersebut.
  5. Kelima, tanda tangan harus dibubuhi titik yang jelas. Alasannya, kata dia, penegasan itu bermakna tidak mudah mempercayai seseorang.
  6. Terakhir, lanjutnya, ketika individu memberikan tambahan goresan ornamen unik memiliki interpretasi bermacam-macam. Salah satunya, keinginan individu untuk meningkatkan kemampuan berkesenian.
“Intinya, tanda tangan harus dibuat dengan huruf yang sehat dan seimbang, jelas berupa tulisan nama, diupayakan ada skip atau jeda dan bergulir lembut dari kiri ke kanan,” kata Mister Auto.

Sunday, July 28, 2013

Kuraih Hati Saat Ramadhan

Rasa-rasanya nggak ada deh orang yang nggak mau dicintai. Saya yakin kita semua pengen dicintai. Karena ketika dicintai seseorang, insya Allah akan tumbuh rasa percaya diri. Cinta juga akan memberikan rasa pasti dalam diri kita bahwa kita diakui sekaligus dihargai. Nggak kebayang banget kan kalo kita dimusuhin temen. Percaya diri kita bakalan drop banget. Mau ketemu orang tersebut jadi minder, dan mungkin malah takut. Terus, jelas aja kalo kita dimusuhi berarti nggak diterima oleh teman kita itu. Artinya, kita nggak diakui dan dihargai. Wuih, merana banget euy!

Sobat muda muslim, ngomongin cinta di bulan Ramadhan ini, tentunya yang kepikiran sama kita adalah, bagaimana meraih cinta Allah di bulan yang penuh berkah ini. Iya kan? Saya ingin memfokuskan pembahasannya ke sini. Karena di bulan Ramadhan ini, Allah Ta�ala benar-benar obral pahala. Dia memberikan cintaNya kepada kita semua, yang insya Allah adalah orang-orang yang beriman, dengan beragam kesempatan untuk mengumpulkan pahala di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini. Itu sebabnya, aneh banget deh kalo kita nggak berusaha meraih cintaNya itu.

Jujur saja, jika kita ingin meraih cinta dari teman kita, katakanlah yang lawan jenis. Pasti kita akan memoles segala apa yang kita miliki agar bisa dilihat oleh orang yang diharapkan bisa memberikan cintanya kepada kita. Abis-abisan kita dandan, dan jor-joran banget tampil sesempurna mungkin untuk meraih cintanya. Cinta yang akan membuat kita merasa percaya diri, diakui, dan sekaligus dihargai.

Beragam lagu tentang cinta antar lawan jenis saja bukan hanya begitu indah didengar, tapi juga dirasakan. Gimana nggak, banyak pencipta lagu cinta yang memasukkan emosinya ketika membuat lagu. Sehingga tak terasa sudah mencengkeram emosi kita sejak pertama kali mendengarkan lagu cinta itu.

Maka, jika Radja bersenandung, "Aku tak ingin melupakanmu, aku tak ingin meninggalkanmu…" dalam salah satu lagu cintanya, yang kepikiran sama kita adalah bagaimana perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta itu nggak mau terpisah sedetik pun dari sang kekasih pujaan hatinya. Bahkan bila mungkin akan terus menyalakan sinyal cintanya, agar amplitudo gelombang hati masing-masing saling berinterfensi.



 Nah, jika di Ramadhan ini kita ingin meraih cinta dari Allah SWT, maka seharusnya dan mungkin lebih dari apa yang disenandungkan Radja dalam lagunya tersebut. Tentu kita ingin banget meraih ridha Allah en ngedapetin cintaNya di bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Itu sebabnya, amat wajar jika kita berusaha memperbaiki diri kita. Pikiran dan perasaan kita difokuskan untuk melakukan sesuatu yang diinginkan Allah SWT. Perbuatan yang bisa mendapatkan ridha dan cintaNya. Betul nggak sih?

Jangan sampe deh, kita �pinter kodek� alias pengen enak sendiri. Iya, kita pengen dapetin cinta dari Allah SWT, tapi kita sama sekali ogah ngelakuin apa yang Allah perintahkan. Gimana bakalan bisa ngeraih cintanya. Itu sama saja dengan niat kita ingin ditaksir orang yang kita idamkan, tapi kita nggak berusaha menampilkan diri kita agar bisa dilirik oleh orang yang kita harapkan akan memberikan cinta kepada kita. Mimpi kali yee?

Sobat muda muslim, rasanya pantes banget deh kalo kita mati-matian berusaha untuk ngedapetin cintaNya di bulan yang terbaik dari bulan-bulan lainnya dalam kalender hijriah ini. Sayang banget kan kita lewati begitu saja bulan penuh bonus pahala ini. Kita yakin banget deh, jika memang kita nyadar, pasti bakalan ngerahin segala daya dan upaya biar kita bisa dapetin kesempatan meraih pahala yang udah disebar karena cinta Allah SWT. kepada kita. Iya nggak seh?

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Allah akan membukakan pintu-pintu surga dan menutup pintu neraka. Itu artinya, Allah memberi kesempatan kepada kita untuk berbuat lebih banyak dalam mengumpulkan pahala. Sabda Rasulullah SAW : Apabila tiba bulan Ramadhan, dibuka pintu-pintu Surga dan ditutup pintu-pintu Neraka serta syaitan-syaitan dibelenggu. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah SAW bersabda : Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, bau mulut orang berpuasa benar-benar lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi. Dia meninggalkan makanannya, minumannya, syahwatnya semata-mata karena Aku. Puasa itu adalah bagiKu. Dan Aku sendirilah yang akan memberikan pahalanya. Dan kebajikan (pada bulan Ramadhan) diberi pahala dengan sepuluh kali lipat kebajikan yang semisalnya. (HR. Bukhari dari Abu Hurayrah).

***

Cinta Tapi Eror

Aduuuh.. parah nggak sih, kalo cinta tapi eror? Saya sih nggak mau nuduh-nuduh sama kamu. Nggak mau juga nuding-nuding siapa aja yang emang eror.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata eror yang diambil dari bahasa Inggris (error) ini bermakna : kesalahan teratur, terjadi dalam pemerolehan atau belajar bahasa. Bisa juga masuk dalam istilah hukum dengan makna : kesesatan yang dapat menjadikan batalnya suatu perjanjian jika menyangkut sifat pokok benda yang diperjanjikan.

Oke deh, kita nggak bakalan ngebahas lebih lanjut soal bahasa tersebut. Kita maknai saja secara sederhana bahwa eror atau error itu sebagai kesalahan. Nah, kalo ngomongin cinta tapi eror, berarti cinta yang salah. Cinta yang keliru. Kita cinta tapi salah atau keliru dalam memaknai cinta dan cara mendapatkan cinta tersebut. Malah, bisa jadi kita cinta tapi nggak nyambung dengan upaya untuk mendapatkan cinta tersebut.

Ambil contoh kayak sekarang nih, saya yakin banyak banget dari kita yang berusaha dan berlomba untuk meraih cinta di bulan Ramadhan ini, tapi kayaknya juga nggak tahu caranya untuk meraih cinta tersebut. Sebagian mungkin bukan lagi nggak tahu, tapi nggak mau tahu. Wah, gaswat itu namanya. Ada yang puasa biar dapet pahala. Rela menahan rasa lapar dan haus. Bela-belain nggak melakukan kegiatan berat dan bahkan minta ditambah jatah tidur. Tapi lisannya sering nyakitin orang, lidahnya dipake ngegosip alias ngomongin kejelekan orang, bahkan aktivitas pacaran tetep dilakuin meski dikurangi frekuensi ketemuannya. Lha, itu sih, ngelaksanain satu kewajiban sambil melanggar larangan lainnya.

Orang yang pacaran emang nggak batal puasanya, kecuali pas pacaran mereka makan dan minum. Batal puasanya karena makan dan minum di siang hari. Tapi aktivitas pacaran bisa mengurangi pahala kita. Itu sebabnya, Rasulullah SAW bersabda : "Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga." (HR. Ahmad).

Rugi banget! Rugi abis! Nggak mau dong kita cuma dapetin lapar dan haus aja. Padahal, puasa itu seharusnya menjadikan kita yang melaksanakannya mendapat predikat orang-orang yang bertakwa. Allah SWT berfirman : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. al-Baqarah [2] : 183).

Mana mungkin bisa ngedapetin segala yang diberikan Allah SWT jika kita nggak ngikutin prosedur yang ditetapkan oleh Allah SWT untuk meraih cintaNya? Plis deh.

Kalo kita pengen dapetin pahala di bulan Ramadhan karena cinta kita kepada Allah SWT, maka untuk negdapetin segala yang Allah berikan buat kita karena cintaNya kepada kita, tentunya kita harus meraihnya dengan aturan yang sudah dijelaskan melalui tuntunan Allah dan RasulNya. Kalo nggak, pasti cinta kita eror deh. Tul nggak?

***

Allah Sayang Banget Sama Kita

Sobat muda muslim, alhamdulillah sampai juga kita di Ramadhan ini. Bulan yang setiap harinya Allah berikan kemudahan bagi kita untuk meraih pahala yang sudah disiapkan untuk kita. Pahala yang banyak. Ampunan yang besar. Bahkan di bulan ini pun Allah memberikan �super bonus� dengan diturunkannya Malam Kemuliaan alias "Lailatul Qodar". Jika kita mendapatkannya dan ketika itu kita sedang beribadah kepada Allah SWT, insya Allah pahala kita layaknya orang yang beribadah selama 1000 bulan. Subhanallah.

Allah SWT berfirman (yang artinya) : Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur�an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. al-Qadr [97] : 1-5).

Abu Hurayrah ra berkata, bersabda Rasulullah SAW : "Siapa saja yang bangun pada malam Qadr karena dorongan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang lalu." (HR. Bukhari, Muslim).

Lailatul Qadr adalah malam yang penuh berkah dan rahmat dari Allah SWT. Oya, Qadr itu punya makna al-Manzilah yang artinya kedudukan atau derajat. Selain itu qadr juga bermakna asy-Syarif dengan arti kemuliaan. Tuh catet lho. Jangan lupa ya…

Abu Bakar al-Warraq menjelaskan tentang kenapa dinamai dengan Lailatul Qadr, beliau menyebutkan bahwa alasannya adalah karena pada malam tersebut diturunkan sebuah kitab yang mempunyai Qadr (kemuliaan) oleh malaikat yang mempunyai Qadr, kepada Rasulullah SAW yang mulai dan untuk umat yang mulia pula. Subhanallah...

Entah, jika tidak ada Ramadhan, mungkin kita kebingungan gimana caranya ngebersihin diri kita yang banyak dosa ini. Ini sekaligus menunjukkan bahwa Allah SWT tuh sayang banget sama kita, kaum muslimin. Karena dengan Ramadhan, kita bisa berlomba meraih pahala yang tebarkan karena kecintaan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman. Dan, ada nilai plus lagi buat kita. Mumpung diberikan kesempatan untuk menikmatinya, kita harus mengerahkan segala daya upaya agar bisa meraih cintaNya. Agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa kepadaNya. So, nggak jaman lagi kalo ada di antara kita yang nggak puasa, udah ketinggalan jaman kalo ada kita-kita yang puasanya getol tapi pacarannya juga hot. Hih, amit-amit dah. Semoga kita terhindar dari segala perbuatan maksiat yang bisa mengurangi atau bahkan membakar pahala puasa kita jadi abu. Naudzubillahi min dzalik.

Sobat muda muslim, Emang sih, kalo maksiat, meski di luar bulan Ramadhan tetep nggak boleh. Tepatnya apapun jenis perbuatan maksiatnya, tetep haram untuk dilakukan. Lebih-lebih di bulan Ramadhan, kayaknya lebih nggak pantes lagi kalo itu dilakukan. Tul nggak? Itu sebabnya, jangan nekatz untuk melakukan maksiat.

Kalo puasa nggak menjadikan kita mawas diri, nggak menjadikan kita malu, bahkan nggak menjadikan kita jadi anak shaleh, itu berarti ada "apa-apanya". Sebab, seharusnya kan puasa bisa menjadi perisai kita dari berbuat yang nggak bener. Puasa adalah tameng kita.

Sabda Rasulullah SAW : Puasa adalah perisai (dari api neraka). Jika seseorang di antara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan bertengkar. Jika dimaki-maki orang lain, katakanlah : �Saya sedang berpuasa�. (HR. Bukhari).
Diriwayatkan pula dari Abu Hurayrah ra : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa tidak meninggalkan dusta dan berbuat buruk pada bulan Ramadhan, Allah tidak butuh kepada usahanya meninggalkan makan dan minum. (HR. Bukhari).

Nah lho. Hadits tersebut memberikan sinyal buat kita, bahwa kalo kita masih tetep kuat maksiat meski sedang puasa, maka jangan harap kalo puasa kita mendapat berkah dari Allah SWT. Ih, naudzubillahi min dzalik.

Oke deh, karena Allah SWT sayang banget sama kita, maka sudah sepantasnya kita berusaha utuk meraih cintaNya di bulan Ramadhan ini. Insya Allah kita bisa.

Adek Cinta Ramadhan

Pagi itu, adek tampak termenung di depan kalender yang terpajang di tengah ruangan, setelah beberapa menit yang lalu memelototi TV di kamarnya. Adek, panggilan kesayangan yang ibu berikan padanya memang menampakkan sosok yang paling manja di rumah, padahal dia sudah kelas 1 SD.
            “Adek, lagi apa?”, tanyaku yang memang dari tadi melihat gerak-geriknya yang aneh.
“Hm.. kak, bentar lagi Ramadhan ya?”
Pertanyaannya mengingatkanku tentang Ramadhan tahun lalu, sebelum adek masuk kelas 1 dia memang tidak pernah mengingat Ramadhan, bahkan saat diajak shaum pun masih merengek-rengek meminta jajan setelah adzan dzuhur berkumandang. Dan pertanyaannya itu membuatku heran.
“Iya dek, hayoo udah nyiapin apa aja buat Ramadhan?”, tanyaku senang.
“Hm… Nyiapin makanan yang baaanyaaaakk banget”, jawabnya semangat.
“Hahaha makanan mulu nih adek”, ku cubit pipinya yang tembem.
“Idiih.. emangnya kakak nyiapin apa?”, tanyanya menantang.
“Hm… Kakak nyiapin CINTA buat Ramadhan”, jawabku mantap membuatnya keheranan.
“CINTA?? Ah dasar anak gede cinta-cintaan mulu”, jawabnya meledek.
“Eitt.. jangan salah dulu, sekarang kakak tanya sama adek. Adek cinta ayah sama ibu gak?”
“Iya lah kak..” jawabnya mantap.
“Hm.. kalau adek cinta ayah sama ibu, adek pasti seneng kan kalau mereka datang?”, tanyaku meyakinkan.
“Iya dong.. malah adek suka nungguin mereka datang kak”
“Nah tuh, terus apa yang adek siapin buat ayah sama ibu sebelum datang?”
“Hm… Nyiapin tangan adek buat minta oleh-oleh, hehe..”
“Hahaha kamu..”, Ku cubit lagi pipinya yang tembem itu.
“Beneran kak, pokoknya adek siap-siap juga buat meluk ayah sama ibu”
”Nah begitulah dek, kalau kita cinta Ramadhan pasti kita seneng Ramadhan datang, bahkan kita tunggu-tunggu kedatangannya kan? Sama seperti adek yang selalu menunggu ayah sama ibu datang. Dan persiapan diri kita dengan cinta itu sama kaya adek yang nyiapin pelukan buat mereka”
“Ohh gitu ya kak? Adek juga seneng Ramadhan mau datang. Kata ibu guru di sekolah, tahun ini adek harus full puasanya”
“Wah bagus itu dek.. biar Ramadhannya berkah, kita harus siapin 7 cinta di bulan Ramadhan”, aku mulai memancing adek untuk bertanya.
“Banyak banget kak 7 cinta.. cinta apa aja?”, tanyanya penasaran.
Ku tarik tangannya, dan kubuka jarinya satu per satu.
“Nih ya kata ustad kakak di kampus, kita harus jadikan bulan Ramadhan ini menjadi bulan peningkatan cinta. Caranya  Cinta Ilmu, Cinta shaum, Cinta Al-Qur’an, Cinta Shodaqoh, Cinta masjid, Cinta Shalat dan Cinta dzikir”, tepat jari tangannya menunjukkan angka 7. Dia nampak termenung sambil mengangguk-anggukan kepalanya, memandangi ketujuh jarinya yang terbuka.
“Wah kak, adek susah menghafalnya..”
“Hm.. kakak tau nih biar adek dapetin 7 cinta itu tanpa dihafal”
Dia kembali keheranan, “Caranya?”
“Adek harus rajin bangun pagi buat sahur biar puasanya full, terus adek harus rajin sekolah, ngaji ke masjid, rajin sholat dan dzikir ba’da shalat.. udah hafal kan bacaan shalatnya?”
“Hafal dong kak.. adek kan di TPA rangking satu”, jawabnya bangga.
Ku elus kepalanya dengan lembut, “Pinter adek.. nah satu lagi nih, kalau adek puasa kan uang jajannya masih awet tuh, adek shodaqohkan sebagian untuk kencleng masjid ya”
“Siap kak. Ihhh.. Adek makin seneng kalau Ramadhan datang. Kata bu guru adek bisa dapat banyak pahala dari Allah kalau adek baik. Adek cinta Ramadhan..”, perkataannya terlihat bersemangat.
Aku pun tersenyum dan merenung memikirkan semangat seorang anak kecil yang menyambut Ramadhan itu. Masihkan diri kita semangat sepertinya? Lantas sudah sampai manakah persiapan diri kita untuk menyambut Ramadhan? Masih di depan pagar atau sudah sampai di depan pintu?
“Kakak, jangan ngelamun. Ayo ajarin adek baca Al-Qur’an”
Segera pagi itu, aku mendapatkan semangat menjadikan bulan Ramadhan ini menjadi bulan untuk menanamkan kewajiban dan meraih kesucian dengan 7 cinta.. InsyaAllah